28 Apr 2016

Review Infinix Hot 3 Penerus dari Infinix Hot 2

Tags
The Infinix Hot 3 was officially launched sometime last week and after you and I snuck a peek into the box, we decided to differ the review to this day to fully determine the strengths and weaknesses of the Infinix Hot 3.
So here we are today, but in case you missed out on the official sneak peeking with us, check out the unboxing of the Infinix Hot 3 here for full specifications and other senrenre.

Design

infinix-hot3-29
The Infinix Hot 3 is nothing like the fragile sensitive Infinix Hot 2; it is covered with a smooth plastic case that is smooth to the touch. When testing it at the launch, I had to double check to make sure the battery was inside the phone.
20160411_142336
It is not feather weight light per se, but the lithe design also enhances an otherwise smooth grip. For a 5.5 inch device, it is a phone you want to hold and

Display

Infinix-hot-3 1
The 5.5 inch display of the Infinix Hot 3 boasts high precision processing, glare prevention and minimizing distance between screen and glass. I completely agree with all these and pronounce them true. There is a vivid picture quality I have come to associate with Infinix smartphones, colours just burst out in exceptional rays.
Infinix-hot-3
Sonic has never looked so good on a smartphone.
But the touchscreen is not as responsive as I expected and after a couple of unsuccessful tries, I can only hope as this is a test unit, others made for sale would be a lot better.

Camera

IMG-20160412-WA0001
Selfie in a lighted room with the Infinix Hot 3 soft-flash turned on
The Infinix Hot 3 is equipped with an 8MP back shooter and 2MP selfie camera with soft flash.
IMG-20160412-WA0000
Selfie in a lighted room WITHOUT the Infinix Hot 3 soft flash
I had my reservations about the soft flash part as I have seen many smartphones lay claim to “soft flash”, but the light from their screens were usually stronger, the Infinix Hot 3 held its own alright.
Screenshot_2016-04-11-17-05-01
There are many exciting features of the camera in the Infinix Hot 3 that distinguishes it as a camera device.
The voice capture lets you say “CHEESE” or “CAPTURE” to snap a picture in selfie or normal mode, but for some inexplicable reasons, “CAPTURE” did not work for me as a voice trigger, only “CHEESE”, I find that really cheesy.
Smile shot triggers with a smile and works alright. Gesture shot lets the camera automatically snap when two fingers are raised–this too didn’t work for me either.

Sound

infinix-hot3-30
The audio output of the Infinix Hot 3 is not ear-splittingly loud or Beat by Dre solid, but what I would call normal. You cannot exactly do a parlor party with music from the Infinix Hot 3 and it does not fit into the category of these audio devices that experts warn might damage your hearing. Unlike most people I like my music a little bit on the loud side, so I don’t completely dig the sombre undertone of the Infinix Hot 3 speakers.

Battery

infinix-hot3-17

The power house of the Infinix Hot 3 is 3,000 mAh large. It went from zero to 100% in 5 hours and 20 mins. Then a full charge lasted me 8 hours 58 minutes with display brightness turned to the highest, music playing non-stop, occasional browsing and a Sonic Dash marathon, very impressive.

25 Jan 2016

Membedakan Traffic Download & Browsing Dengan Connection Rate

Tags
Sering kita jumpai keadaan dimana ketika ada satu client yang melakukan download, terutama menggunakan IDM, maka client yang lain akan menjadi lambat. Client yang tidak mendapatkan bandiwdth sesuai tentu akan protes. Hal ini akan sangat berpengaruh ketika kita menjalankan bisnis warung internet. Apa kemudian kita memasang pengumuman larangan menggunakan Download Manager ?, saya rasa itu akan menjadi hal yang tidak begitu smart. Apalagi kita tahu bahwa browsing dan download biasanya menggunakan port yang sama, yaitu port 80. Jika kita menggunakan mikrotik, dengan simple qeuue sebenarnya masalah akan beres, namun ketika si pelaku download browsing, maka bandwidth yang di alokasikan untuk dia akan habis digunakan untuk download dan dia akan sedikit kesulitan untuk browsing. Benar begitu ?!.. Kemudian adakah cara yang menarik untuk mengatasi kasus seperti itu?. Dan ternyata mulai dari versi 3.30, mikrotik memiliki fitur Connection Rate
Connection Rate
Connection rate merupakan salah satu fungsi firewall yang memungkinkan untuk menangkap traffick berdasarkan kecepatan suatu koneksi. Setiap entri di table connection tracking, menginformasikan komunikasi dua arah. Dan setiap paket data yang terkait entry tertentu, nilai ukuran paket termasuk ip-header akan ditambahkan sebagai entry “connection-bytes”. Disini Connection Rate menghitung kecepatan koneksi berdasarkan perubahan pada “connection-bytes”. Connection Rate menghitung setiap detik dan tidak memiliki nilai rata-rata. Saat ini “connection-bytes” dan “connection-rate” hanya bekerja pada protokol TCP dan UDP.
Contoh Aplikasi (Prioritas Traffick Download vs Upload)
Dengan fitur connection-rate ini, kita bisa menentukan sebuah koneksi dengan kriteria tertentu untuk kemudian kita anggap sebagai traffick berat yang akan membebani bandwidth dalam contoh kasus ini kita anggap sebagi traffick Download. Kita asumsikan bahwa traffick browsing HTTP normal memiliki panjang koneksi kurang dari 500kB. Kemudian VOIP membutuhkan kecepatan koneksi kurang dari 200kbps. Dengan ini kita menentukan jika traffick memiliki koneksi pertama lebih dari 500kB dan masih membutuhkan speed diatas 200kbps, maka traffick ini akan kita anggap sebagai traffick Download atau traffick berat, terserah Anda ingin menyebutnya apa. P2P, FTP, HTTP Download biasanya akan membuat koneksi yang membutuhkan rate yang cepat dan waktu yang lama. Anda bisa menentukan “connection-bytes” dan “connection-rate” sesuai kebutuhan network Anda, Anda tidak harus membuatnya sama persis dengan rule di artikel ini. Kita akan membuat conoth implementasi di jaringan yang memiliki bandwidth 6mbps.
Quick Start Untuk Yang Sudah Tidak Sabar
/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-mark=!traffic_download \
    new-connection-mark=traffic_browsing
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=tcp
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=udp
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_download \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_download passthrough=no
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_browsing \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_browsing passthrough=no

/queue tree
add name=upload parent=public max-limit=6M
add name=other_upload parent=upload limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_upload parent=upload limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
add name=download parent=local max-limit=6M
add name=other_download parent=download limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_download parent=download limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
Note : Anda bisa copy-paste rule diatas di menu “New Terminal” jika Anda menggunakan winbox.
Penjelasan
Pertama kita akan membuat mangle untuk membagi koneksi menjadi 2 kategori, Browsing dan Download. Rencananya kita akan memberikan bandwidth yang terbatas bagi user yang melakukan download. Dan kita berikan bandwith maksimum untuk user yang hanya browsing.
Rule Pertama :
/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-mark=!traffic_download \
    new-connection-mark=traffic_browsing
Rule ini akan menandai setiap koneksi yang bukan merupakan koneksi download, maka akan dianggap sebagai koneksi browsing. Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus) :
Winbox Mangle
Tab General
Winbox Mangle Action
Tab Action
Rule Yang Menandai Traffick Download (Protokol UDP maupun TCP):
/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=tcp
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=udp
Rule diatas bisa diartikan, ketika ada sebuah koneksi baik TCP maupun UDP yang memiliki nilai connection-bytes lebih dari 500kB dan connection-rate lebih dari 200kbps, maka traffick tersebut akan dianggap traffick download.  Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus) :
Winbox Mangle - Mark Connection
Winbox Mangle - Advanced
Winbox Mangle - Mark-Con - Action
Selanjutnya, Anda tinggal buat rule mark-connection traffick download untuk protokol UDP. Stepnya sama seperti diatas, Anda tinggal ganti pada parameter protokol di tab general menjadi protokol UDP.
Mark Packet
/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_download \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_download passthrough=no
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_browsing \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_browsing passthrough=no
Rule diatas merupakan mark-packet untuk mark-connection yang sudah kita buat sebelumnya. Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus).
Pertama kita akan membuat rule packet -mark untuk menandai traffick Download.
Winbox Mangle - Mark-Packet-Down-General
Winbox Mangle - Mark-Packet-Action
Selanjutya kita buat mark-packet untuk traffick browsing.
Winbox Mangle - Mark-Packet-Browsing
Winbox Mangle - Mark-Packet-Browsing-Action
Proses pembuatan mangle telah selesai. Hasil akhir mangle akan tampak seperti gambar berikut :
Mangle Akhir
Hasil akhir pembuatan mangle.
Queue Tree
Setelah proses pembuatan mangle selesai, sekarang kita tinggal membuat Queue untuk melakukan limitasi berdasarkan paket yang sudah kita tandai. Disini saya menggunakan Queue Tree. Contoh command :
/queue tree
add name=upload parent=public max-limit=6M
add name=other_upload parent=upload limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_upload parent=upload limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
add name=download parent=local max-limit=6M
add name=other_download parent=download limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_download parent=download limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
Rule yang digunakan untuk membatasi bandwith untuk masing – masing tipe koneksi yang sudah kita kategorikan. Contoh setting jika Anda menggunakan winbox, klik gambar untuk mendapatkan resolusi yang lebih besar.
Queue Tree Parent
Queue Tree Parent
Queue Tree Download
Queue Tree Download
Queue Tree Upload
Queue Tree Upload
Setting telah selesai, saatnya melakukan test. Coba dengan melakukan download menggunakan IDM. Hasil dari percobaan saya bisa Anda lihat di gambar berikut :
Queue Download
Queue Tree

Mungkin ada yang bingung kenapa downloadnya dapat 66KBps padahal saya set di Queue max-limit nya 512kbps. Yang perlu Anda perhatikan adalah “B” besar dan “b” kecil. “B” besar merupakan identitas dari Bytes, sedangkan “b” kecil adalah bits. Perbandingan Bytes : Bits adalah 1:8 . Di winbox, parameter yang digunakan adalah Bits. Jika saya isi dengan 512kbps berarti traffick download yang bisa digunakan user adalah 512/8 jadi kurang lebih 64KBps. Sama seperti yang tertera di speed IDM.

Share Jaringan @wifi.id via Wireless Bridge dengan Router Mikrotik

Jaringan @wifi.id merupakan singkatan dari wifi indonesia yang merupakan layanan wifi berbasis hotspot dari telkom indonesia. Untuk bisa mengakses @wifi.id kita harus beli voucher layaknya kita akses jaringan hotspot di warnet. Pada artikel kali ini akan dijelaskan bagaimana cara melakukan share jaringan @wifi.id via wireless Bridge dengan Router Mikrotik.
Mungkin akan muncul pertanyaan buat apa di share???
ya share diperlukan jika kita menginginkan satu voucher untuk kita pakai bersama. Jika bisa di share memungkinkan kita untuk membuat RT/RW net. Jadi beli voucher 50.000 sebulan kita bisa jual lagi via jaringan RT/RW net (Hotspot).
Langsung saja berikut cara shere jaringan @wifi.id via wireless bridge dengan router mikrotik:
Skema Jaringan :
skema wifiid
Dari skema jaringan diatas kita akan ambil sinyal @wifi.id menggunakan Access Point NanoStation2 Ubiquiti. Sebenarnya untuk menangkap sinyal tidak harus pakai ubiquiti bisa juga menggunakan access point yang lain asalkan bisa menggunakan mode bridge.
KONFIGURASI UBIQUITI:
a. Set IP Komputer kita seperti gambar berikut
w1
Kemudian buka browser misal firefox kemudian akses ubiquiti menggunakan IP 192.168.1.20 seperti gambar berikut:
w2
Masukan username dan password sama ubnt , kemudian login:
Masuk ke tab Wireless, set ESSID menjadi @wifi.id jangan lupa centang MAC Clone
w3
Setelah di simpan, masuk ke tab Network atur seperti gambar berikut:
w4
konfigurasi Nanostation sudah selesai. sekarang masuk ke tab MAIN untuk melihat status pastikan telah terkoneksi seperti gambar berikut:
w5
jika koneksi telah berhasil langkah selanjutnya adalah konfigurasi Mikrotik :
KONFIGURASI MIKROTIK
KET:
ether1 ===> WAN (terhubung dengan Ubiquiti) set DHCP
ether2 – ether5 ===> LAN (terhubung ke client) mode bridge IP Static 192.168.0.1/24
a. buka winebox dan masuklah ke router mikrotik
b. Setelah berhasil login langkah pertama adalah membuat bridge dengan cara klik Bridge => klik tombol Plus atur seperti gambar berikut:
w6
setelah membuat bridge masuk ke tab PORT kemudian klik tanda + :
w7
Masukan semua interface mulai dari interface Ether2 – ether5 satu persatu sehingga terlihat seperti gambar berikut:
w8
Langkah berikutnya adalah membuat DHCP Client untuk interface ether1 yang terhubung ke ubiquiti:
Klik IP ==> DHCP Client ==> Klik tombol + kemudian atur seperti berikut:
w9
Klik 2x dhcp1 (dhcp client) yang sudah dibuat kemudian masuk ke tab Status. pastikan kita mendapatkan IP otomatis dari Wifi.id seperti gambar berikut:
w10
NB: Ip address yang didapat mungkin akan berbeda2 tergantung DHCP server dari @wifi.id.
Langkah berikutnya adalah membuat IP Address untuk bridge1 dengan cara:
Klik IP ==> Address ==> Klik tanda + kemudian atur seperti gambar berikut:
w11
berikutnya membuat NAT (network address translation) pada firewall dengan cara klik IP ==> Firewall ==> NAT ==> klik tanda + kemudian atur seperti gambar berikut:
w12
Pada chain pilih src-nat kemudian pada Out. Interface pilih ether1. Pindah ke Tab Action buat aksinya menjadi masquerade seperti gambar berikut:
w13
OK.. langkah terakhir adalah membuat DHCP Server dengan tujuan semua client yang terkoneksi ke router akan mendapatkan IP otomatis. berikut cara membuat DHCP Server pada mikrotik:
masuk ke IP ==> DHCP Server  kemudian klik DHCP Setup (Setup)
w14
pilih bridge1 pada DHCP Server Interface lalu klik Next.
w15
Klik Next untuk melanjutkan.
w16
masukan IP router sebagai Gateway dalam hal ini adalah 192.168.0.1 klik next untuk melanjutkan:
w17
masukan Range dari IP Client misalnya dari IP 192.168.0.2 – 192.168.0.254 lalu klik Next untuk melanjutkan.
w18
Masukan DNS Server.. biasanya otomatis klik next utnuk melanjutkan.
w19
klik OK untuk mengakhiri.
sampai disini semua konfigurasi sudah dilakukan tinggal kita mencoba koneksi.
UJI COBA KONEKSI
– Untuk melakukan ujicoba koneksi, sambungkan laptop ke router melalui port 2.
– Atur IP Address laptop ke mode DHCP
– lalu buka salah satu web lokal misalnya http://www.detik.com
– jika login @wifi.id muncul maka uji coba berhasil.. silahkan masukan user dan password speedy instan anda begitu berhasil login, maka semua komputer yang terhubung pada router akan secara otomatis terkoneksi.


Sumber : jagungodak.web.id

Acer Aspire E5-552G, Notebook dengan AMD APU Generasi Ke-6!

Tags
Seperti yang sudah kami janjikan sebelumnya pasca peluncuran Notebook AMD dengan APU A-Series generasi ke-6 untuk pertama kalinya di Indonesia, kami akan membahas secara lebih mendetail mengenai spesifikasi notebook yang banyak diminati di tahun ini. Hasil kolaborasi AMD bersama partner ini berjuluk Acer Aspire E5-552G dimana sudah menerapkan teknologi prosesor mobile paling mutakhir dari AMD yang sering dijuluki “Carrizo” pada awal perkenalannya.
Acer Aspire E5-552G
Apa saja fitur dan kelebihan yang diunggulkan oleh notebook yang satu ini? Yang jelas sangat banyak dan inovatif. Jika dilihat, prosesor APU generasi ke-6 ini sudah menerapkan teknologi-teknologi terbaru yang belum pernah digunakan pada perangkat notebook lainnya di dunia, seperti fitur Looking Glass untuk mempermudah editing video dengan menggunakan tag wajah, serta kemampuan memutar video kualitas 4K berkat hardware decode HEVC (High Efficiency Video Coding) yang sudah tertanam dalam APU generasi ke-6 ini.
Tak hanya itu, notebook Acer Aspire E5-552G ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Gesture Control yang pasti sudah Anda kenal baik untuk mempermudah kendali aplikasi hanya dengan menggunakan lambaian tangan di depan webcam, mulai dari aplikasi PowerPoint untuk presentasi, sampai pada pemutar video, musik dan galeri foto. Untuk urusan audio, notebook ini juga sudah dilengkapi teknologi True Harmony yang membuat kualitas suara menjadi sangat jernih. Tak perlu khawatir mata mengalami kelelahan ketika menatap layar, karena notebook ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Bluelight Shield yang mampu mengurangi emisi cahaya biru LCD.
Jika Anda tertarik memilikinya, Acer Aspire E5-552G ini tersedia dalam dua varian dengan spesifikasi yang berbeda. Berdasarkan komponen prosesornya, Anda bisa memilih untuk membeli Acer Aspire E5-552G dengan AMD APU FX generasi ke-6 tertinggi yang sudah memiliki hingga 12 Compute Cores (4 CPU + 8 GPUyakni AMD APU FX-8800P ataupun Acer Aspire E5-552G yang sudah dilengkapi AMD APU A10-8700P yang cukup powerful dengan 10 Compute Cores (4 CPU + 6 GPU). Masing-masing varian memiliki pilihan warna menarik yakni merah tua Rosewood Red dan abu-abu Charcoal Grey.
Acer Aspire E5-552G
Bagi yang menginginkan performa paling mumpuni untuk gaming terkini Anda bisa memilih Acer Aspire E5-552G dengan prosesor AMD APU FX-8800P yang berkecepatan hingga 3.4 GHz. Luar biasa, Acer Aspire E5-552G mampu menawarkan performa tanpa lag saat harus menelan game-game online populer termasuk DoTA 2, League of Legends, dan Counter Strike: Global Offensive dengan tingkat frame rate per second  yang mampu jauh mengungguli pesaingnya.
Tak hanya itu performa AMD APU FX-8800P yang tersemat pada Acer Aspire E5-552G juga terbukti unggul dalam multitasking menjalankan berbagai aplikasi yang sering digunakan oleh pengguna modern saat ini. Mulai dari aplikasi Office hingga aplikasi desain yang haus akan RAM untuk sunting foto atau gambar, semuanya mampu dijalankan dengan lancar tanpa hambatan. Hal ini dimungkinkan dengan adanya RAM berkapasitas besar 2×4 GB Dual Channel yang sudah dimiliki oleh Acer Aspire E5-552G bertenaga prosessor AMD APU FX-8800P ini. Bagi Anda yang penasaran dengan performa multitasking dari notebook satu ini, Anda bisa melihat demonya pada video berikut.
Varian kedua dengan prosessor AMD APU A10-8700P merupakan varian alternatif dengan harga lebih terjangkau yang sudah membawa hingga 10 Compute Cores (4 CPU + 6 GPU) dengan clock speed berkecepatan maksimalhingga 3.2 GHz.Dari segi performa, notebook dengan prosessor AMD APU A10-8700P ini tidaklah terlalu jauh dari varian pertama dimana hanya berbeda dari segi kecepatan dan kapasitas RAM yang disediakan yakni hanya sebesar 2x2GB Dual Channel.
Namun untuk urusan grafis dan fitur bawaan lainnya, kedua varian baik yang menggunakan AMD APU FX-8800P maupun yang menggunakan AMD APU A10-8700P sudah sama-sama dapat diandalkan karena telah mendukung Dual Graphics dengan Radeon R8 M365DX dan sama-sama dilengkapi tempat penyimpanan data yang luas sebesar 1TB HDD, sehingga Anda lebih leluasa menyimpan berbagai data penting seperti dokumen pekerjaan hingga film dan musik favorit yang membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lumayan besar.
Bagi Anda yang masih ingin menambah performa untuk multitasking dan menjalankan aplikasi berat seperti untuk gaming dan sunting foto maupun video, Anda masih bisa memaksimalkan kapasitas RAM menjadi maksimal 16GB untuk mendapatkan performa tertinggi! Hebatnya walau memiliki performa yang terbilang cukup tinggi, berkat arsitektur APU terbaru generasi ke-6, kedua varian notebook ini mampu menghemat daya dengan TDP hanya sebesar 12-35 Watt. Hal ini tentunya memungkinkan daya tahan baterai yang lebih lama jika dibandingkan dengan notebook dari generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, salah satu yang paling diunggulkan dari kedua varian ini juga adanyadukungan sistem operasi hingga Windows 10 lengkap dengan dukungan API terbaru DirectX 12 sehingga memungkinkan Anda menikmati aplikasi dan gaming masa depan yang akan banyak menggunakan kedua platform tersebut.

Untuk harganya sendiri, dua varian Acer Aspire E5-552G berukuran layar 15.6 inci resolusi HD ini dibanderol dengan harga yang berbeda. Tipe notebook dengan varian prosessor lebih tinggi AMD APU FX-8800P dijual seharga Rp 7.999.000,- sedangkan untuk varian dengan AMD APU A10-8700P dijual dengan harga lebih terjangkau Rp 7.199.000,-. Anda bebas memilih diantara keduanya manakah varian yang performa dan budgetnya paling cocok untuk Anda.